Bertarung dengan Diri Sendiri

Hal yang paling cukup sulit untuk dilakukan adalah melawan diri sendiri. Sejatinya kita selalu menginkan yang terbaik untuk diri kita, melakukan yang terbaik untuk mewujudkan impian-impian kita meskipun berupa mimpi-mimpi kecil. Apapun itu, kita akan melakukan yang terbaik. Namun, apa jadinya apabila keinginan dan impian itu tidak terbarengi oleh kondisi fisik ataupun jiwa kita sendiri.
Entah kenapa, rasa malas menghinggapi yang di barengi oleh kelelahan membuat kita tak berdaya untuk memenuhi hajat ataupun impian kita tersebut. Keinginan yang sudah disusun dan di rancang baik hanya menjadi tulisan hampa di atas kertas. Kita lebih memilih tidur dan bermalas-malasan.
Sedangkan impian yang telah kita cita-citakan menjadi sosok khayalan yang tak pasti. Ketika rasa malas datang, maka semangat akan luntur dan optimisme akan berkurang secara perlahan. Rasa lelah akan menambah bumbu-bumbu perasaan dan membuat kita putus asa. Ketika keadaan ini muncul, kita seolah-olah tak kuasa untuk melawannya. Yah, keadaan ini pun muncul sebagai bentuk cobaan yang dihadapi setiap pribadi dalam kehidupan.
Ketika kita merencanakan impian dan menyusun segala bentuk keinginan kita itu berarti kita sedang mempersiapkan diri untuk bertarung dalam kehidupan ini. Kitapun harus menyadari, bahwa dalam medan perang akan selalu ada halangan, rintangan, cobaan, hingga lawan yang akan menghadang kita. Tak bisa kita pungkiri juga terkadang yang menjadi lawan adalah diri kita sendiri.Kita takkan pernah bisa melawan ataupun menghadang semua kemungkinan terburuk yang akan kita hadapi apabila kita tidak siap untuk itu dan merencanakan impian kita dengan matang
Di saat rasa malas dan perasaan lelah itu mendera, maka kembalikan niat awal kita. Refleksikan diri kita, bahwa jika kita berhenti disini, kita tidak akan mendapat apa-apa, dan yakinkan dalam diri kita bahwa masa depan, hari esok yang gemilang sedang menunggu diri kita untuk datang.
Lawanlah perasaan itu sekuat tenaga, tunjukkan usaha maksimalkan kita untuk menghalaunya. Kepalkan tangan kita, dan bersemangatlah.
Memang tidak mudah melakukannya, akan tetapi jangan pernah putus asa dan tetaplah mencoba. Ketika ada setitik harapan dan segenggam semangat, manfaat kan itu. Mulailah kita berbenah dan mengembalikan energi untuk mencapa keinginan  serta impina kita. Saat semangat telah menguasai diri kita, saat itu juga rasa lelah dan malas akan hilang dan terlupakan.#Prepare everything, persiapkan semuanya dengan matang dan bersiaplah untuk segala kemungkinan. Fight for Your Self, to get the best, to end the lazy

Hidup ini sungguh penuh dengan cobaan, ketika kita terkungkung di dalamnya maka cobalah untuk keluar. Keluar bukan berarti lari, tapi pecahkan permasalahannya dan selesaikan !

Surat

a-letter

Ketika cerita tak bisa mengalir di antara insan karena keterbatasan ataupun tidak mengenalnya antara pribadi masing-masing maka sebuah prasangka yang diirinigi dengan kesalahpahaman apalagi berujung pada ketidaksukaan, akan mudah sekali tali-tali silaturrahmi itu putus.

Morning Accident

Jalan raya adalah tempat yang cukup menuntut kewaspadaan tinggi namun, di balik itu semua  juga mampu memberikan hikmah tersendiri pada pengemudinya. Satu kecelakaan atau pun tabrakan dengan skala tersendiri – kecil hingga besar – menyimpan berbagai cerita. Seperti halnya pagi ini, karena semua orang ingin serba cepat hingga dapat terlihat bahwa kendaraan berjalan begitu kencangnyasaat itu. Duk, rem pun berdecit memberikan bunyi yang cukup mengejutkan telinga, badan terhempas ke depan namun alhamdulillah kontrol ny masih dalam batas aman.

Meskipun ada sedikit penyok di area kepala mobil sebelah kiri, itu bisa menjadi urusan asuransi nantinya – jika pun mobil tersebut terdaftar asuransi- semoga saja. Mungkin tabrakan ini menjadi peringatan bahwa Allah sedang menguji hamba-Nya yang mungkin memiliki kelalaian di saat subuh. Atau Allah sedang menghindarkan hambanya dari kecelakaan yang mungkin lebih tinggi skalanya dari yang sedang terjadi.

Bersama Ukhuwah


Setiap mukmin adalah bersaudara
Sebuah penggalan dari firman Allah Yang Maha Agung
Kata-kata yang telah meresapi jiwa setiap umat islam
Menjadi langkah untuk saling berbagi akan kebaikan
Saling menguatkan jiwa-jiwa ini akan iman
Dan menjadi sebuah rindu untuk saling mendo’akan
Inilah islam, yang mengajarkan demikian
Dengan RahmatNya ukhuwah ini terbentuk
Menyatu dalam naungan cintaNya
Memaafkan menjadi jembatan akan khilaf
Dan tali-tali ukhuwah yang mengikat antara satu dengan yang lain
Menjadi penguat untuk terus menebar kebaikan
Menumbuhkan hati-hati yang berorientasi pada Illahi
Karena dengan keimanan yang melekat pada jiwa ini
Sebuah ukhuwah mampu menjadi pemersatu umat ini
Ukhuwah yang tidak hanya terucap di lidah
Namun telah memenuhi seluruh ruang-ruang di hati ini
Menjadi semangat untuk terus membentuk barisan islam
Barisan kokoh yang akan mengibarkan panji-panji islam
Dan meyemarakkan kehidupan keindahan islam
Sambil terus memantapkan hati untuk bersatu ukhuwah ini
Dan terus meningkatkan keimanan padaNya
Bersama ukhuwah ini, bersama agama ini
Bersama dengan indahnnya islam ini…