Puisi

 

Surga Dunia
Ketika senyum terlukis akan surga dunia
Mengembang menyeruakkan tawa
Tiada henti tuk terus merasakan euforia
Mata hati ini telah lupa beribadah
Hanya punya rasa tuk merasakan kenikmatan duniawi
Tanpa ku sentuh sedikitpun kewajibanku
Bodohnya, malangnya aku
Insyaf
Mataku terbuka lebar
Bedug subuh telah berbunyi
Insyaf akan kewajiban akupun bangun
Tahukah engkau kenapa aku insyaf?
Dosa telah mewarnai hidup
Bagai banyak bintang yang menerangi malam
Tak mau terus hidup dalam kegelapan malam
Aku coba berbalik tuk hari terang hidupku
Angin
Aku rindu akan hembusan anginMu
Sejuk dan segar
Yang slalu membawa rasa akan rahmatMu
Menyejukkan hati dan membawa rasa bahagia
Dendang islami
Dendang beriringan tabuh rebana
Nyanyian alam penyejuk hati
Berdakwah dalam musik islami
Dendang islam tabuh rebana
Salawat badar mengalun syahdu
Hatipun turut menyanyi
Meskipun telah usai syair
Alunannya masih terasa di lubuk hati

Maher Zain – Forgive Me

Forgive Me
I’m about to lose the battle and cross the line
I’m about to make another mistake
And even though I try to stay away
Everything around me keeps dragging me in
I can’t help thinking to myself
What if my time would end today, today, today?
Can I guarantee that I will get another chance
Before it’s too late, too late, too late
[Chorus]
Forgive me
My heart is so full of regret
Forgive me
Now is the right time for me to repent, repent, repent
Am I out of my mind?
What did I do? Oh, I feel so bad!
And every time I try to start all over again
My shame comes back to haunt me
I’m trying hard to walk away
But temptation is surrounding me, surrounding me
I wish that I could find the strength to change my life
Before it’s too late, too late, too late
Repeat chorus
I know O Allah You’re the Most-Forgiving
And that You’ve promised to
Always be there when I call upon You
So now I’m standing here
Ashamed of all the mistakes I’ve committed
Please don’t turn me away
And hear my prayer when I ask You to

 

Repeat chorus

Haddad Alwi dan Sulis-Lil Abi Wal Ummi

Lil Abi Wal Ummi
Allaahumma Sholi wasalim ‘alaa
Sayyidina Muhammadin Wa-aalihi
Adadama fi’ilmilahi sholaatan-
da-imatan bidawami mulkillaahi

Lil abi wal ummi huquuqun wajibun-
anta minal aana biha muthoolabun
in naadayaaka fasri’u mulabbiyan-
wa aqbilu khoothobaaka mushghiyan

Allaahumma Sholi wasalim ‘alaa
Sayyidina Muhammadin Wa-aalihi
Adadama fi’ilmilahi sholaatan-
da-imatan bidawami mulkillaahi

Allaahumma Sholi wasalim ‘alaa
Sayyidina Muhammadin Wa-aalihi
Adadama fi’ilmilahi sholaatan-
da-imatan bidawami mulkillaahi

‘Alaika an tamtatsila amrohumaa-
mahma yakun maa-lam yakun muharroma
walaisal-imtitsaalau bil fi’li faqoth-
ma’at tasyakki wattabarum wassakhat

Allaahumma Sholi wasalim ‘alaa
Sayyidina Muhammadin Wa-aalihi
Adadama fi’ilmilahi sholaatan-
da-imatan bidawami mulkillaahi

The Past (Masa Lalu)

            Masa lalu tidak akan menjadi misteri seperti hal nya masa depan. Serigkali itu menjadi momok yang ingin sekali kita lupakan, bahkan bisa menjadi kenangan yang selalu kita simpan dalam memori kita. Hal yang terpenting disini adalah, bahwa masa lalu tetaplah masa lalu. Apa yang terjadi takkan mampu kita ubah sedikitpun, tetapi kita bisa membuatnya untuk tidak terulang lagi dimasa depan (bila berbentuk kesalahan). Cara yang terbaik agar hal tersebut tidak terulang adalah dengan menyadari bahwa kita telah membuat kesalahan, kemudian mulai mengambil ibroh (pelajaran) ataupun hikmah dari kejadian tersebut.
            Mulailah berbenah, kita harus sadar bahwa masa lalu yang tidak baik tidak kita bawa-bawa lagi di pundak kita sehingga membuatnya menjadi beban yang tak mampu kita lepaskan ataupun menjadikannaya sebagai tumpukan yang terus mengenangi lautan memori kita.
Masa lalu tetaplah masa lalu, Tugas kita sekarang adalah membuat kejadian yang tidak baik agar tidak terulang lagi di masa depan. Mulailah membuat perubahan kearah yang lebih baik.

Ikhwah juga manusia

Tidak ada yang sempurna, karena sesungguhnya kesempurnaan hanya milik ALLAH.
                Ketika terselip salah dan khilaf maka ada maaf yang bisa jadi penawar. Ketika kealpaan diri membuat semua agenda ataupun beberapa diantaranya tak terjalankan maka selalu ada evaluasi yang menjadi pelajaran. Tak ada hal yang sempurna, begitupun halnya dalam lingkupan ikhwah. Meskipun sudah menjalani mentoring ataupun mengikuti berbagai agenda yang menunjang pemahaman tentang agama, tak ada yang bisa menjamin ikhwah tersebut akan berjalan tanpa cacat.

 

Semangat yang disalurkan dalam lingkaran kecil akan menjadi pemicu gerakan-gerakan langkah yang lebih matang. Akan tetapi, seringkali semangat itu luntur atau berkurang ketika derap langkah terasa berat dan ayunan kaki terasa lemah karena waktu yang membuat rentangannya. Tak ada yang bisa memungkiri, ketika bertemu dalam lingkaran itu dan bercengkrama dengan sang murobbi membuat ruhiyah ini menjadi berkobar semangatnya. Lalu, beberapa hari kemudian entah kenapa semangat itu terkikis perlahan-lahan dan terkadang mampu kembali dengan ritme yang naik-turun. Itu semua karena dosa-dosa kecil yang tanpa disadari ikhwah sendiri menyemai di hari-harinya. Ataupun karena khilaf dan lupa datang menyapa. Karena pada dasarnya ikhwah itu sendiripun adalah manusia biasa juga. Seorang manusia yang tak ada jaminan dalam dirinya bahwa ia bersih secara lahir dan bathin. Karena itulah lingkaran itu diagendakan setaip minggunya, untuk mencharger kembali semangat yang berkurang dan menghidupkan kembali ruhiyah-ruhiyah ikhwah itu sendiri.

Memory

Waktu takkan mengikuti lajur kemauan ego diri kita. Ketika kita terlalu gembira dengan massa yang benar-benar membahagiakan lalu dengan emosi kita inginkan waktu berhenti atau berjalan lamabt khusus untuk masa itu. Tak bisa kita berbuat semau kita, dikala sedih ingin waktu berputar kembali untuk memperbaiki seglanya atau menghapus masa itu untuk ego kita. Saat kita ingin segalanya seperti mau hati kita lalu, mulai membuat perencanaan sendiri mengenai hidup kita. Satu-demi satu semuanya terasa sempurna dan kompleks namun skenario Allah lebih indah dan lebih sempurna dari apapun. Ia mungkin mengambil segala kenangan itu namun Ia tahu kita tak memerlukannya untuk sesuatu yang dapat merusak pikiran kita. Dia lah Sang Raja Waktu.
Masa-masa yang indah, sedih, duka, segalanya adalah masa lalu. Kita akan mengingatnya suatu saat nanti, dalam keadaan sesal, puas atau penuh marah dan penuh tawa.

Lukisanmu

Hari ini dia melukis awan kecil nan cantik

Ditepi  bukit barisan nan hijau rindang

Didekat awan ia lukis wajah nan ceria

Menyinari bumi manusia yang semakin tua

Terhuni oleh manusia berbagai ragam

Kebanyakan mereka jahat

Engkau menyebutnya manusia tak tahu diri

Merusak segala tuk merubahnya menjadi surga

Mereka menunduk pada surga yang teragung bagi mereka

Surga dunia bagi manusia tak tahu diri

Melenggokan badan dengan angkuh

Menggerlingkan mata dengan tatapan jijik

Jijik pada kemiskinan padahal kita semua sama

Dibawah kanvasmu engkau menulis dengan indahnya

Surga dunia itu neraka, angan-angan nan penuh rayuan

Tak punya masa pasti tuk menjawab segala yang manusia butuh

Begitu enak bagi manusia tak tahu diri

Tak kan mampu membuat manusia melipat diri dengan ternormat

Ketiak masa sesungguhnya habis

Apalah artinya jika hanya sementara?

Apalah artinya jika hanya sebuah hiburan kesukaan syaitan?

Apalah artinya ‘surga dunia’ itu?

Aku syahdan akan maknamu itu

Kebanyakan dari segalanya mereka baik

Tahu diri akan kekuasaan nan satu

Allah   allah   allah…

Surga akhiratlah yang mereka rasa

Surga dunialah nan hilang dalam jiwa dan hati  mereka